Keislaman

Amalan Hizib Bismillah Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Bacaan, Khasiat, dan Cara Mengamalkannya

×

Amalan Hizib Bismillah Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Bacaan, Khasiat, dan Cara Mengamalkannya

Sebarkan artikel ini
hizib bismillah
Ilustrasi

Amalkan Hizib Bismillah dengan niat ikhlas sebagai ikhtiar memohon perlindungan, keberkahan, kemudahan rezeki, dan pertolongan Allah SWT.

SULUH.OR.ID – Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengajarkan Hizib Bismillah, yang kemudian berkembang sebagai salah satu amalan di kalangan pesantren, majelis zikir, dan tarekat.

Amalan ini berpusat pada lafaz Bismillahirrahmanirrahim, yaitu kalimat yang mengandung makna penghambaan, permohonan pertolongan, dan harapan atas keberkahan dari Allah SWT.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani mendirikan Tarekat Qadiriyah dan mewariskan banyak doa, zikir, serta hizib kepada umat Islam.

Dalam tradisi spiritual Islam, umat Muslim mengamalkan Hizib Bismillah Syekh Abdul Qadir al-Jailani untuk memohon perlindungan, keselamatan, kemudahan rezeki, ketenangan hati, dan pertolongan Allah saat menghadapi berbagai persoalan.

Basmalah memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Lafaz بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Al-Qur’an menempatkan kalimat ini sebagai pembuka hampir seluruh surat, sementara umat Islam menggunakan lafaz tersebut untuk mengawali berbagai aktivitas kebaikan.

Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca Bismillah dalam banyak aktivitas. Imam Tirmidzi meriwayatkan hadis yang menyebutkan:

سِتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلَاءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللهِ

Artinya: “Penutup antara pandangan jin dan aurat anak Adam ketika masuk tempat buang hajat adalah membaca Bismillah.”

Bahan rujukan juga menyebut sejumlah ulama dan kitab hikmah ketika membahas keutamaan Basmalah, termasuk Syekh Ahmad Dairobi Al-Kabir melalui kitab Fathul Mulk al-Majid al-Mu`allaf li Naf’il ‘Abid wa Qam’i Kulli Jabbarin ‘Anid. Tradisi pengamalan ini kemudian berkembang luas di lingkungan pesantren dan majelis zikir melalui ijazah guru kepada murid.

Bacaan Hizib Bismillah Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Bacaan Hizib Bismillah dalam bahan rujukan mengawali bacaannya dengan lafaz Basmalah. Selanjutnya, bacaan tersebut mengajak seorang Muslim memohon kepada Allah melalui kemuliaan, keagungan, keberkahan, kekuatan, dan kekuasaan Bismillahirrahmanirrahim.

Arab:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ

اَلَّلهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ بِحَقِّ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِحُرْمَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِفَضْلِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِعَظَمَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِجَلَالِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِجَمَالِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِكَمِالِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِهَيْبَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِمَنْزِلَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِمَلَكُوْتِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِجَبَرُوْتِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِكِبْرِيَاءِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِثَنَاءِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِبَهَاءِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِكَرِامَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِسُلْطَانِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِبَرَكَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِعِزَّةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِقُوَّةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَبِقُدْرَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ

اِرْفَعْ قَدْرِيْ، وَاشْرَحْ صَدْرِيْ، وَيَسِرْ اَمْرِيْ، وَرْزُقْنِيْ مِنْ حَيْثُ لَا يُحْتَسَبْ، بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ، يَامَنْ هُوَ كهيعص حمعسق، وَاَسْأَلُكَ بِجَلَالِ الْعِزَّةِ وَجَلَالِ الْهَيْبَةِ وَجَبَرُوْتِ الْعَظَمَةِ اَنْ تَجْعَلَنِيْ مِنْ عَبَادكَ الصَّالِحِيْنْ اَلَّذِينَ (لَاخَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَاهُمْ يَحْزَنُوْنْ) بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنْ، وَاَنْ تُصَلِّي عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin:

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Allaahumma inii as-aluka bihaqqi bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabihurmati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabifadhli bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabi’azhamati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabijalaali bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabijamaali bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabikamaali bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabihaybati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabimanzilati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabimalakuti bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabijabaruti bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabikibriyaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabitsanaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabibahaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabikaramati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabisulthaani bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabibarakati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabi’izzati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabiquwwati bismillaahirrahmaanir-rahiim, wabiqudrati bismillaahirrahmaanir-rahiim.

Irfa’ qadrii wasyrah shadrii wa yassir amrii warzuqnii min haytsu laa yahtasib bifadhlika wa karamika, ya man huwa kaaf haa yaa ‘ain shad haa mim ‘ain sin qaaf, wa as-aluka bijalaalil-‘izzati wa jalalil-haybati wa jabaruutil ‘azhamati an taj’alanii min ‘ibaadikash-shaalihiinal-ladziina (laa khawfun ‘alayhim walaa hum yahzanuun) birahmatika yaa arhamar-raahimin wa an tushalliya ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan haq, kemuliaan, keutamaan, keagungan, kebesaran, keindahan, kesempurnaan, kewibawaan, kedudukan, kekuasaan, keperkasaan, pujian, cahaya, kemuliaan, keberkahan, kekuatan, dan kekuasaan Bismillahirrahmanirrahim.

Angkatlah kemuliaanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan berikanlah aku rezeki yang tidak disangka-sangka datangnya dengan keutamaan dan kemurahan-Mu.

Aku memohon agar Engkau menjadikanku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, yang tidak takut dan tidak bersedih hati, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih. Limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau.”

Bacaan tersebut tercantum dalam bahan rujukan sebagai doa Bismillah yang disusun oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Makna doanya menekankan permohonan kemudahan urusan, rezeki, ketenangan, perlindungan, kesalehan, serta rahmat Allah.

Khasiat dan Manfaat Hizib Bismillah

Dalam tradisi pengamalnya, khasiat Hizib Bismillah berkaitan dengan perlindungan, keberkahan, kemudahan urusan, rezeki, dan permohonan hajat.

Bahan rujukan menyebut bahwa sebagian ulama mengajarkan penulisan Basmalah sebanyak 113 kali pada awal Muharam sebagai ikhtiar perlindungan dari hal yang tidak disukai. Ada pula amalan membaca Basmalah 21 kali sebelum tidur untuk memohon perlindungan dari gangguan setan, pencuri, kematian mendadak, dan berbagai bahaya.

Selain itu, Hizib Bismillah untuk segala hajat dikenal dalam tradisi masyarakat sebagai doa untuk memohon pertolongan Allah ketika menghadapi kebutuhan mendesak, termasuk urusan kesehatan, rezeki, keluarga, dan persoalan kehidupan.

Sejumlah guru juga memberikan ijazah dengan jumlah bacaan tertentu, seperti 41, 100, 313, atau 786 kali, sesuai tradisi masing-masing.

Bahan tersebut juga menyebut amalan Basmalah setiap malam sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan kedudukan spiritual yang tinggi.

Cara Mengamalkan Hizib Bismillah dengan Istiqamah

Cara mengamalkan Hizib Bismillah dapat mengikuti ijazah guru atau kiai yang memberikan tuntunan. Dalam tradisi pesantren, jamaah mengamalkan Basmalah setelah Subuh, setelah Magrib, menjelang tidur, atau ketika memiliki hajat tertentu. Sebagian pengamal membaca Basmalah 21 kali sebelum tidur sebagai doa perlindungan malam.

Pengamal sebaiknya menjaga niat tetap ikhlas dan menempatkan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat memohon pertolongan. Hizib tidak sekadar menjadi rangkaian lafaz, tetapi juga mengingatkan seorang Muslim agar memulai setiap urusan dengan nama Allah dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.

Basmalah sendiri memiliki dasar yang kuat dalam tradisi Islam. Al-Qur’an menyebut lafaz tersebut dalam QS. An-Naml ayat 30 ketika Nabi Sulaiman menyampaikan surat kepada Ratu Balqis.

Dengan demikian, amalan Hizib Bismillah Syekh Abdul Qadir al-Jailani dapat dipahami sebagai bagian dari warisan spiritual yang berkembang di kalangan pesantren, majelis zikir, dan tarekat.

Pengamalnya berharap memperoleh keberkahan, perlindungan, ketenangan hati, kemudahan rezeki, serta pertolongan Allah dalam menjalani kehidupan.

Yang terpenting, seorang Muslim tetap mengiringi amalan dengan ikhtiar, doa, ibadah, dan keyakinan bahwa Allah SWT menjadi sumber pertolongan.

Semoga istiqamah menghidupkan Basmalah membuat hati semakin dekat kepada Allah dan setiap langkah memperoleh keberkahan. []