Keislaman

Teks Ijab Qabul: Bacaan Arab dan Indonesia serta Cara Akad Nikah Berlangsung

Admin
×

Teks Ijab Qabul: Bacaan Arab dan Indonesia serta Cara Akad Nikah Berlangsung

Sebarkan artikel ini
teks ijab qabul
Ilustrasi

Teks ijab qabul lengkap dengan bacaan Arab dan Indonesia, urutan wali nasab, wakil wali, mahar, saksi, serta tata cara akad nikah.

SULUH.OR.ID – Ijab qabul merupakan inti dari prosesi akad nikah. Pada bagian inilah wali calon mempelai perempuan menyampaikan pernyataan menikahkan, kemudian calon mempelai laki-laki memberikan jawaban sebagai tanda menerima pernikahan tersebut.

Suasana sakral dan perhatian banyak orang sering membuat calon pengantin merasa paling gugup saat menjalani bagian ini.

Banyak calon suami sudah berlatih mengucapkan kabul sejak jauh-jauh hari. Sebagian menghafalkan bacaan ijab kabul dalam bahasa Arab, sementara sebagian lainnya memilih bahasa Indonesia agar lebih mudah mengucapkan dan memahaminya.

Namun, mengetahui teks ijab qabul saja belum cukup. Calon pengantin juga perlu memahami siapa yang berhak menjadi wali, bagaimana jika wali mewakilkan akad kepada orang lain, siapa yang menjadi saksi, serta bagaimana ijab dan kabul seharusnya berlangsung.

Secara sederhana, ijab adalah pernyataan menikahkan dari wali atau wakil wali. Sementara kabul merupakan jawaban dari calon mempelai laki-laki sebagai bentuk penerimaan atas pernikahan tersebut. Keduanya menjadi satu rangkaian akad yang tidak dapat dipisahkan.

Ijab Qabul Bahasa Arab dan Indonesia, Urutan Wali, serta Tata Cara Akad Nikah

Dalam pembahasan fikih, wali memiliki kedudukan penting dalam akad nikah. Salah satu hadis yang sering menjadi dasar pembahasan mengenai wali adalah:

لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ

Artinya: “Tidak ada pernikahan kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil.”

Karena itu, sebelum membahas bacaan ijab qabul, calon pengantin perlu mengetahui terlebih dahulu siapa yang menjadi wali nikah. Wali tidak ditentukan hanya berdasarkan kedekatan keluarga, tetapi terdapat urutan tertentu dalam wali nasab.

Dalam keterangan fikih disebutkan:

وَأَوْلَى الْوُلَاةِ الْأَبُ، ثُمَّ الْجَدُّ أَبُو الْأَبِ، ثُمَّ الْأَخُ لِلْأَبِ وَالْأُمِّ، ثُمَّ الْأَخُ لِلْأَبِ، ثُمَّ ابْنُ الْأَخِ لِلْأَبِ وَالْأُمِّ، ثُمَّ ابْنُ الْأَخِ لِلْأَبِ، ثُمَّ الْعَمُّ، ثُمَّ ابْنُهُ عَلَى هٰذَا التَّرْتِيبِ، فَإِذَا عُدِمَتِ الْعَصَبَاتُ فَالْحَاكِمُ

Artinya: “Wali yang paling utama adalah ayah, kemudian kakek dari pihak ayah, kemudian saudara laki-laki kandung, kemudian saudara laki-laki seayah, kemudian anak laki-laki dari saudara laki-laki kandung, kemudian anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah, kemudian paman dari pihak ayah, kemudian anak laki-laki paman dari pihak ayah berdasarkan urutan tersebut. Apabila wali dari kalangan ‘ashabah tidak ada, maka hakim yang menjadi wali.”

Urutan tersebut penting diperhatikan sebelum akad berlangsung. Ayah menjadi wali pada urutan pertama, kemudian kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki seayah, anak laki-laki saudara laki-laki sesuai urutannya, paman dari pihak ayah, dan anak laki-laki paman.

Apabila tidak terdapat wali dari jalur tersebut, persoalan kewalian dapat beralih kepada hakim sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah persoalan wali jelas, barulah calon pengantin dapat mempersiapkan teks ijab qabul.

Bacaan Ijab Qabul Bahasa Arab

Berikut salah satu contoh bacaan ijab yang dapat digunakan oleh wali:

أَنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوبَتَكَ بِنْتِي فُلَانَةَ بِمَهْرِ فُلَانٍ حَالًا

Bacaannya: Ankahtuka wa zawwajtuka makhṭūbataka bintī fulānah bi mahrin fulānin ḥālan.

Artinya: “Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan perempuan yang kamu pinang, anak perempuan saya, Fulanah, dengan mahar tersebut secara tunai.”

Nama “Fulanah” dan jumlah mahar pada contoh tersebut tentu harus diganti sesuai identitas calon mempelai perempuan dan mahar yang telah disepakati.

Setelah wali selesai mengucapkan ijab, calon mempelai laki-laki memberikan kabul. Salah satu contoh bacaan kabul adalah:

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيجَهَا بِالْمَهْرِ الْمَذْكُورِ

Bacaannya: Qabiltu nikāḥahā wa tazwījahā bil-mahril-madzkūr.

Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan.”

Kalimat kabul tersebut menunjukkan pernyataan penerimaan dari calon suami. Dalam praktiknya, calon mempelai laki-laki biasanya mengucapkan kalimat tersebut dengan suara jelas agar wali, penghulu, dan dua orang saksi dapat mendengarnya.

ijab qabul bahasa arab

Bacaan Ijab Qabul Bahasa Indonesia

Bagi calon pengantin yang tidak menggunakan bahasa Arab, mereka juga dapat menyiapkan teks ijab kabul dalam bahasa Indonesia sesuai arahan pihak yang memimpin akad.

Contoh bacaan ijab dari wali:

Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak perempuan saya, Fulanah binti Fulan, dengan mas kawin berupa seperangkat alat salat dan uang sebesar Rp1.000.000, dibayar tunai.”

Kemudian calon mempelai laki-laki menjawab:

Saya terima nikah dan kawinnya Fulanah binti Fulan dengan mas kawin tersebut, tunai.”

Anda dapat menyesuaikan contoh tersebut dengan bentuk dan jumlah mahar yang sebenarnya. Calon pengantin juga harus mencantumkan identitas dengan benar agar pelaksanaan akad tidak menimbulkan kekeliruan.

Jadi, ketika mencari “bacaan ijab qabul bahasa Indonesia”, calon pengantin tidak harus terpaku pada satu kalimat yang sama persis.

Pastikan pihak yang menikahkan dan pihak yang menerima pernikahan menyampaikan maksud dengan jelas serta mengikuti ketentuan akad yang berlaku.

ijab qabul bahasa indonesia

Ijab Qabul Ketika Wali Mewakilkan

Bagaimana jika ayah atau wali yang berhak tidak mengucapkan ijab sendiri?

Dalam kondisi tertentu, wali dapat memberikan kewenangan kepada orang lain untuk mewakilinya dalam pelaksanaan akad. Orang yang menerima kewenangan tersebut kemudian bertindak sebagai wakil wali.

Contoh bacaan ijab ketika wali diwakilkan adalah:

أَنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ فُلَانَةَ بِنْتَ فُلَانٍ الَّتِي وَكَّلَنِي وَلِيُّهَا بِمَهْرِ كَذَا حَالًا

Bacaannya: Ankaḥtuka wa zawwajtuka fulānata binta fulānin allatī wakkalanī waliyyuhā bi mahrin kadzā ḥālan.

Artinya: “Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan Fulanah binti Fulan yang walinya telah mewakilkan kepada saya, dengan mahar sekian secara tunai.

Dalam versi bahasa Indonesia, wakil wali dapat menyampaikan:

Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Fulanah binti Fulan, yang walinya telah mewakilkan kepada saya, dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.”

Setelah itu, calon mempelai laki-laki mengucapkan kabul sesuai dengan redaksi yang sudah ia siapkan.

Keluarga sebaiknya membicarakan urusan wakil wali sebelum akad berlangsung. Keluarga juga perlu memastikan wali yang berhak serta memahami tata cara pewakilan wali sesuai ketentuan.

Jika menghadapi kondisi khusus, keluarga dapat berkonsultasi dengan penghulu atau KUA agar pelaksanaan akad mengikuti ketentuan yang berlaku.

Cara Akad Nikah Berlangsung

Pada hari pernikahan, wali, calon mempelai laki-laki, saksi, penghulu, dan pihak terkait berkumpul di tempat akad sebelum memulai prosesi.

Penghulu atau pemimpin acara kemudian memberikan arahan mengenai posisi dan tahapan akad yang perlu mereka ikuti.

Wali atau wakil wali kemudian mengucapkan ijab. Calon mempelai laki-laki mendengarkan dengan saksama, lalu memberikan jawaban berupa kabul setelah wali menyelesaikan ijab.

Calon suami sebaiknya mengucapkan kabul dengan jelas dan tenang tanpa terburu-buru. Ia tidak perlu berbicara terlalu cepat hanya untuk terlihat lancar. Sebaliknya, suara yang jelas dan pengucapan yang tenang akan membantu semua pihak mendengar kabul dengan baik.

Calon suami juga perlu menjaga kesinambungan antara ijab dan kabul. Karena itu, ia sebaiknya sudah menyiapkan jawaban sebelum wali mulai mengucapkan ijab. Jangan sampai calon suami mengajak pihak lain berbicara panjang setelah wali selesai mengucapkan ijab atau masih mencari jawaban yang tepat.

Dua orang saksi yang hadir kemudian menyaksikan proses tersebut. Dalam konteks akad nikah, saksi bukan sekadar tamu yang kebetulan duduk di dekat calon pengantin, tetapi memiliki peran dalam menyaksikan berlangsungnya akad sesuai ketentuan yang berlaku.

Calon suami juga perlu menyiapkan mahar sejak awal.Ia harus mengetahui bentuk dan jumlah mahar yang telah kedua pihak sepakati.

Hal ini penting agar calon suami tidak kebingungan ketika menyebutkan mahar dalam ijab dan memberikan jawaban kabul.

Rasa gugup sering muncul, sehingga calon suami sebaiknya berlatih sebelum akad. Ia dapat meminta keluarga membacakan contoh ijab, kemudian berlatih memberikan jawaban kabul.

Jika memilih bahasa Arab, latihan juga membantu calon suami membiasakan lidah mengucapkan susunan kalimat dalam teks ijab kabul.

Yang tidak kalah penting, jangan hanya menghafalkan teks. Pahami arti kalimat kabul yang Anda ucapkan. Ketika seorang laki-laki menyatakan menerima pernikahan, ucapan tersebut bukan sekadar formalitas untuk menyelesaikan prosesi. Setelah akad selesai, ia memikul tanggung jawab besar dalam kehidupan rumah tangga.

Karena itu, calon pengantin idealnya mempersiapkan ijab kabul dari dua sisi, yaitu persiapan teknis dan persiapan batin. Dari sisi teknis, calon pengantin perlu mengetahui teks ijab kabul, nama calon istri, mahar, wali, wakil wali jika ada, serta saksi yang akan hadir. Dari sisi batin, calon suami perlu memahami bahwa akad tersebut menjadi awal perjalanan kehidupan rumah tangga.

Pada akhirnya, berbagai buku dan situs dapat menyajikan teks ijab kabul dengan redaksi yang berbeda. Anda tidak perlu bingung ketika menemukan kalimat yang sedikit berbeda. Sebaiknya, calon pengantin mengikuti arahan penghulu atau KUA yang menangani pernikahan saat memilih redaksi akhir untuk akad.

Dengan memahami bacaan ijab qabul bahasa Arab dan Indonesia, urutan wali nasab, tata cara wali mewakilkan, serta alur akad nikah, calon pengantin akan lebih siap menghadapi hari pernikahan.

Setiap pihak dapat menjalani situasi yang semula terasa menegangkan dengan lebih tenang karena mereka sudah memahami tugas dan perannya.

Ijab qabul pada akhirnya bukan hanya tentang berhasil mengucapkan satu kalimat tanpa salah. Lebih dari itu, ia adalah pernyataan kesediaan untuk memasuki kehidupan baru bersama pasangan.

Karena itu, selain berlatih agar bacaan lancar, calon pengantin juga perlu memahami makna akad dan tanggung jawab yang menyertainya. []