Keislaman

Ibadallah Rijalallah: Lirik, Latin, Arti, dan Makna Qasidah Syekh Abdul Qadir Jailani

Admin
×

Ibadallah Rijalallah: Lirik, Latin, Arti, dan Makna Qasidah Syekh Abdul Qadir Jailani

Sebarkan artikel ini
ibadallah rijalallah
Ilustrasi

Ibadallah Rijalallah merupakan qasidah Syekh Abdul Qadir Jailani yang berisi doa, permohonan, dan nilai spiritual dalam tradisi tasawuf.

SULUH.OR.ID – Ibadallah Rijalallah merupakan qasidah yang terdapat dalam syair manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani. Qasidah ini mengandung ungkapan doa, permohonan pertolongan, serta harapan memperoleh karunia Allah.

Syekh Abdul Qadir Jailani dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadiriyah dalam tradisi tasawuf. Ia lahir sekitar 470 atau 471 Hijriah, bertepatan sekitar 1077 Masehi, di wilayah Jailani atau Kailan.

Ayahnya, Abu Salih Musa al-Hasani, memiliki garis keturunan Ali bin Abi Thalib melalui Hasan. Ibunya, Ummul Khair Fathimah, juga memiliki garis keturunan Ali melalui Husain.

Syekh Abdul Qadir Jailani mengajarkan tasawuf melalui konsep tasawuf amali. Konsep tersebut menekankan pelaksanaan kewajiban agama seperti salat, puasa, zakat, dan haji.

Ia menjelaskan ajaran tersebut melalui kitab Sirr Al-Asrar sebagai panduan bagi para pesalik. Kitab tersebut juga memiliki keterkaitan dengan Ghunyat Ath-Thalibin dan Futuhul Ghaib.

Lirik Ibadallah Rijalallah dan Terjemahannya

Lirik Ibadallah Rijalallah menggunakan bahasa Arab dengan ungkapan penghormatan kepada para wali. Berikut lirik lengkapnya beserta transliterasi Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.

عِبَادَ اللهِ رِجَالَ اللهِ — أَغِيْثُوْنَا لِأَجْلِ اللهِ

ʿIbādallāhi rijālallāh, aghīṡūnā li-ajlillāh.
Artinya: Wahai hamba-hamba Allah, wahai wali-wali Allah, tolonglah kami karena Allah.

وَكُوْنُوْا عَوْنَنَا لِلَّهِ — عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ

Wa kūnū ʿaunanā lillāh, ʿasā naḥẓā bi-faḍlillāh.
Artinya: Jadilah penolong kami karena Allah, semoga kami memperoleh karunia Allah.

وَيَا أَقْطَابُ وَيَا أَنْجَابُ — وَيَا سَادَاتُ وَيَا أَحْبَابُ

Wa yā aqṭābu wa yā anjāb, wa yā sādātu wa yā aḥbāb.
Artinya: Wahai para wali qutub, orang-orang mulia, para pemuka, dan para kekasih.

وَأَنْتُمْ يَا أُولِي الأَلْبَابِ — تَعَالَوْا وَانْصُرُوْا لِلَّهِ

Wa antum yā ulil-albāb, taʿālau wanṣurū lillāh.
Artinya: Wahai orang-orang yang berakal, kemarilah dan tolonglah kami karena Allah.

سَأَلْنَاكُمْ سَأَلْنَاكُمْ — وَلِلزُّلْفَى رَجَوْنَاكُمْ

Sa’alnākum sa’alnākum, wa liz-zulfā rajawnākum.
Artinya: Kami memohon kepada kalian dan berharap melalui kalian untuk mendekatkan diri.

وَفِي أَمْرٍ قَصَدْنَاكُمْ — فَشُدُّوْا عَزْمَكُمْ لِلَّهِ

Wa fī amrin qaṣadnākum, fa-syuddū ʿazmakum lillāh.
Artinya: Dalam suatu urusan kami datang kepada kalian, maka kuatkan tekad karena Allah.

فَيَا رَبِّي بِسَادَاتِي — تَحَقَّقْ لِي إِشَارَاتِي

Fa-yā rabbī bi-sādātī, taḥaqqaq lī isyārātī.
Artinya: Wahai Tuhanku, melalui para pemukaku, wujudkanlah isyarat-isyaratku.

عَسَى تَأْتِي بَشَارَاتِي — وَيَصْفُوْ وَقْتُنَا لِلَّهِ

ʿAsā ta’tī basyārātī, wa yaṣfū waqtunā lillāh.
Artinya: Semoga kabar gembira datang dan waktu kami menjadi murni karena Allah.

بِكَشْفِ الحُجْبِ عَنْ عَيْنِي — وَرَفْعِ البَيْنِ مِنْ بَيْنِي

Bi-kasyfil-ḥujbi ʿan ʿainī, wa rafʿil-baini min bainī.
Artinya: Dengan tersingkapnya penghalang dari mataku dan terangkatnya jarak pemisah dariku.

وَطَمْسِ الكَيْفِ وَالأَيْنِ — بِنُوْرِ الوَجْهِ يَا اَللَّهُ

Wa ṭamsil-kaifi wal-aini, bi-nūril-wajhi yā Allāh.
Artinya: Dengan terhapusnya pertanyaan tentang bagaimana dan di mana, melalui cahaya Zat-Mu.

صَلَاةُ اللهِ مَوْلَانَا — عَلَى مَنْ بِالهُدَى جَانَا

Ṣalātullāhi maulānā, ʿalā man bil-hudā jānā.
Artinya: Semoga rahmat Allah, Tuhan kami, tercurah kepada sosok yang membawa petunjuk.

وَمَنْ بِالحَقِّ أَوْلَانَا — شَفِيْعِ الخَلْقِ عِنْدَ اللهِ

Wa man bil-ḥaqqi awlānā, syafīʿil-khalqi ʿindallāh.
Artinya: Kepada sosok yang membawa kebenaran dan menjadi pemberi syafaat bagi makhluk di sisi Allah.

lirik ibadallah rijalallah

Makna dan Perkembangan Sholawat Ibadallah Rijalallah

Sholawat Ibadallah Rijalallah berkembang dalam berbagai bentuk lantunan di tengah masyarakat Muslim. Perkembangan teknologi informasi turut memperluas penyebaran qasidah melalui berbagai platform digital.

Sebagian masyarakat melantunkan Ibadallah Rijalallah dalam majelis zikir, pengajian, dan kegiatan keagamaan. Penyanyi dan grup religi juga menghadirkan qasidah tersebut dengan berbagai aransemen musik.

Lirik Ibadallah Rijalallah menampilkan permohonan kepada Allah melalui bahasa penghormatan kepada para wali. Bait-baitnya juga menggambarkan harapan memperoleh kedekatan spiritual dan karunia Allah.

Qasidah ini juga mencerminkan perhatian tradisi tasawuf terhadap kehidupan batin manusia. Tradisi tersebut mengarahkan manusia untuk memperhatikan hubungan spiritual di tengah kehidupan material dan individual.

Perkembangan masyarakat modern menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan sosial manusia. Kondisi tersebut turut mendorong sebagian masyarakat mencari kembali nilai spiritual melalui berbagai tradisi keagamaan.

Dalam konteks tersebut, Ibadallah Rijalallah tetap hadir sebagai bagian dari tradisi qasidah dan zikir. Masyarakat dapat menikmati lantunannya sekaligus mempelajari kandungan makna spiritual yang terdapat dalam setiap bait.

Dengan demikian, Ibadallah Rijalallah memiliki hubungan erat dengan tradisi manaqib dan tasawuf. Lirik, transliterasi, serta terjemahannya membantu pembaca memahami qasidah sebelum melantunkannya dalam berbagai kesempatan. []